Kehadiran anak memiliki peran yang besar dalam sebuah keluarga sehingga memiliki seorang anak adalah impian bagi pasangan yang telah menikah. Namun, bagi beberapa pasangan, memiliki anak bukanlah hal yang mudah. Ada banyak kondisi yang menghalangi pasangan untuk memiliki anak, salah satunya adalah infertilitas. Meskipun infertilitas dapat disebabkan oleh pihak perempuan atau pihak laki-laki, dan bahkan kedua pihak, tetapi sebagian besar penyebabnya berasal dari faktor perempuan. Hal tersebut memberikan tekanan besar bagi pihak perempuan, terlebih bias gender yang erat pada masyarakat dapat mempengaruhi penerimaan diri pada perempuan infertil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri perempuan yang mengalami infertilitas melalui kajian literatur terhadap penelitian-penelitian terkait. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi penerimaan diri perempuan infertil, yaitu penerimaan diri, realistik, albeit subjective, dan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengembangan ide intervensi berbasis self-acceptance untuk meningkatkan penerimaan diri, khususnya pada perempuan dengan infertilitas.
Copyrights © 2025