Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengelolaan akuntansi akrual terhadap kinerja keuangan perusahaan di sektor manufaktur dengan kualitas laba sebagai variabel mediasi. Sektor manufaktur dipilih karena memiliki kompleksitas tinggi dalam aset tetap dan persediaan yang memberikan ruang diskresi manajerial dalam pencatatan akrual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari 50 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025. Teknik analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 3 untuk mengevaluasi model pengukuran dan model struktural secara simultan.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengelolaan akrual berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan secara langsung, serta berpengaruh negatif kuat terhadap kualitas laba. Temuan ini mengonfirmasi adanya perilaku oportunistik manajer dalam memanipulasi komponen akrual yang justru mendistorsi informasi laba dan merusak performa finansial jangka panjang. Lebih lanjut, kualitas laba terbukti berperan sebagai mediator krusial; penurunan kualitas informasi akuntansi akibat manajemen akrual yang agresif menjadi faktor utama yang memperburuk profitabilitas perusahaan. Model penelitian ini menunjukkan kekuatan prediksi (R2) sebesar 65,5% dan relevansi prediktif (Q2) yang kuat sebesar 0,539. Secara teoritis, studi ini memperkuat Agency Theory mengenai asimetri informasi di pasar modal Indonesia. Implikasi praktis bagi investor adalah pentingnya meninjau kualitas akrual di balik angka laba bersih, sementara bagi regulator, hasil ini menekankan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kebijakan akuntansi diskresioner di industri manufaktur guna menjaga transparansi laporan keuangan.
Copyrights © 2026