Keberhasilan proyek konstruksi sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan waktu dan pengurangan biaya proyek pembangunan Gedung Terminal Balige menggunakan metode Crashing. Metode ini difokuskan pada percepatan durasi kegiatan di jalur kritis dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek dapat dikurangi dari 256 hari menjadi 209 hari. Biaya langsung mengalami penurunan dari Rp128.403.579,37 menjadi Rp120.403.579,37, dan biaya tidak langsung menurun dari Rp13.501.266.690,31 menjadi Rp12.050.266.690,31. Dengan demikian, total biaya proyek menurun menjadi Rp12.170.670.269, menunjukkan efisiensi biaya dan waktu yang signifikan melalui metode Crashing
Copyrights © 2026