Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang vital bagi masyarakat. PDAM Tirtanadi Delitua mendistribusikan air bersih menggunakan pompa sentrifugal dengan kapasitas maksimal 250 liter per detik. Mengingat peran krusial pompa dalam sistem distribusi, penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perawatan pompa menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk meningkatkan keandalan, mengurangi downtime, serta menekan biaya operasional. Data kerusakan pada empat unit pompa selama periode 2024–2025 menunjukkan 152 kasus kerusakan, dengan frekuensi tertinggi pada bearing (45 kali), rubber coupling (41 kali), dan gland packing (33 kali). Komponen dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah bearing (648), rubber coupling (576), dan casing wearing ring (512). Hasil analisis menunjukkan nilai keandalan komponen berada pada kategori rendah hingga moderat (
Copyrights © 2026