Permasalahan bau dan pencemaran lingkungan akibat kotoran ternak masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kondisi ini muncul karena pengelolaan limbah ternak masih dilakukan secara tradisional tanpa perlakuan khusus, sehingga menimbulkan bau menyengat serta berpotensi mencemari tanah dan air di sekitar permukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pemanfaatan kapur sebagai bahan alkali sederhana yang mampu menetralkan bau dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk pada kotoran ternak. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi di Kantor Desa Wawatu, dengan melibatkan peternak sapi dan kambing setempat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, ditandai dengan tingkat kehadiran yang baik dan banyaknya pertanyaan seputar jenis, dosis, serta cara aplikasi kapur pada kotoran ternak. Masyarakat memperoleh pemahaman baru mengenai mekanisme kerja kapur dalam menaikkan pH kotoran ternak sehingga menekan pembentukan gas amonia dan hidrogen sulfida, sekaligus mempercepat pengeringan limbah. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata berupa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap alternatif pengelolaan limbah ternak yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan, serta menjadi langkah awal menuju sanitasi kandang yang lebih baik di Desa Wawatu.
Copyrights © 2026