Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru selama periode 2022–2025 meningkatkan beban pelayanan check-in, sementara proses masih didominasi sistem konvensional sehingga penumpang berbagasi tetap bergantung pada konter, menimbulkan penumpukan pada jam sibuk dan mengganggu kelancaran pergerakan penumpang. Kajian terdahulu mengenai sistem penyerahan bagasi mandiri umumnya menilai kecukupan fasilitas secara deskriptif tanpa mengaitkannya dengan proyeksi pertumbuhan penumpang dan tahapan pengembangan infrastruktur bandara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor operasional penyebab penumpukan penumpang dan menganalisis kebutuhan optimalisasi pelayanan melalui perancangan konsep sistem penyerahan bagasi mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan tahap konseptual, dengan teknik observasi, kuesioner, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu pelayanan mencapai 2,7 menit per penumpang, melebihi standar yang ditetapkan, serta terdapat kekurangan empat konter pada jam sibuk tahun 2025, sementara 91,3 persen responden merasakan penumpukan antrean. Rancangan konsep sistem dua tahap terintegrasi diusulkan sebanyak empat unit untuk kondisi eksisting, atau tiga unit disertai penambahan lima konter pada rencana pengembangan terminal. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi perhitungan teori antrean, proyeksi pertumbuhan penumpang, dan rencana perluasan terminal ke dalam satu kerangka rancangan tata letak bertahap.
Copyrights © 2026