Prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi atau mencapai 21,66 persen pada tahun 2022. Angka tersebut memposisikan Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Berdasarkan WHO, minimal angka stunting pada suatu negara berada pada 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perumusan masalah penyebab stunting di Indonesia menggunakan metode Analisis Hierarki Proses. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat tingkatan dalam perumusan masalah penyabab stunting di Indonesia, angtara lain: 1) root causes meliputi faktor ekonomi politik dan sosial budaya; 2) underlaying causes, meliputi faktor keluarga termasuk ibu; 3) immediate causes, meliputi faktor ibu dan anak, dan 4) manifestation, meliputi permasalahan stunting. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi holistik yang melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia, dengan fokus pada perbaikan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
Copyrights © 2025