Transformasi digital dalam manajemen rantai pasok menjadi krusial bagi perusahaan manufaktur modern untuk meningkatkan efisiensi operasional. PT Sanoh Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan kedatangan supplier yang masih bersifat manual menggunakan spreadsheet dan dokumen fisik, sehingga menimbulkan masalah seperti redundansi data, keterlambatan pembaruan informasi, tidak terintegrasinya sistem Supply Chain Management (SCM) dan Visitor Monitoring System (VMS), serta keterbatasan dalam evaluasi kinerja supplier. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Arrival Management System (AMS) berbasis web sebagai solusi digitalisasi dan integrasi proses pengelolaan kedatangan supplier. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel pada sisi backend dan React dengan TypeScript pada sisi frontend, serta memanfaatkan MySQL sebagai basis data. Integrasi antar sistem dilakukan melalui RESTful API dengan mekanisme Single Sign-On (SSO) berbasis OpenID Connect (OIDC) dan JSON Web Token (JWT). Metode pengembangan mengacu pada pendekatan analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan BPMN, Use Case Diagram, dan Entity Relationship Diagram (ERD), dilanjutkan dengan implementasi dan pengujian berbasis standar kualitas ISO/IEC 25010:2011. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem AMS mampu mengintegrasikan data dari SCM dan VMS ke dalam satu basis data terpusat, menyediakan dashboard monitoring operasional yang diperbarui secara berkala, serta mengotomatisasi proses verifikasi penerimaan barang melalui pemindaian QR code dan perhitungan delivery performance supplier secara sistematis. Sistem ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional warehouse, pengurangan human error, serta peningkatan akurasi data pengelolaan rantai pasok.
Copyrights © 2026