Desa Waru Barat adalah satu diantara desa yang mendapatkan penghargaan sebagai Desa Mandiri dari 12 desa yang terdapat di Kecamatan Waru. Desa ini juga memiliki tempat wisata edukasi pusrisbang “Pusat Riset Pengembangan” yang menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat tentang peternakan, dan pembudidayaan yang ada di wisata tersebut. Namun wisata tersebut masih baru dan dalam tahap pembangunan sehingga sangat penting guna memahami persepsi masyarakat sebagai konsumen terhadap perkembangan daya tarik wisata edukasi ini. Lokasi pada riset berikut dipilih secara sengaja dengan memakai metode kuantitatif, dan beberapa indikator pariwisata yakni Daya tarik (attraction) Aksesibilitas (accessibility) Fasilitas (Amenities) dan Jasa pendukung (ancillary). Analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif, teknik penghimpunan data pada riset berikut memakai kuesioner, wawancara dan observasi dengan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat sebagai konsumen dalam hal (a). attraction dipandang sangat menarik karena memberikan pengetahuan tentang peternakan sapi sonok dan memiliki banyak objek wisata. (b). accessibility dipandang sangat penting untuk menunjang kelancaran wisata namun beberapa objek wisata belum memadai karena tahap pembangunan. (c). Amenity yang disediakan dipandang sangat berguna untuk kemudahan beraktifitas di wisata tersebut namun keadaan fasilitas di wisata tersebut perlu diperbaiki kembali. (d). Ancillary dipandang sangat penting, karena dengan adanya promosi mampu meningkatkan minat wisatawan yang berkunjung. Kata kunci : konsep 4A, persepsi masyarakat, peternakan sapi sonok, wisata edukasi
Copyrights © 2026