Minimnya pengolahan potensi lokal menjadikan nilai pada produk lokal sangat rendah. Produk hortikultura masih sulit bersaing untuk memasuki pasar ekspor karena belum adanya perencanaan pengaturan produksi yang disesuaikan dengan permintaan pasar, sistem panen dan penanganan pasca panen yang prima. Pada umumnya kegiatan usahatani dilakukan oleh petani perorangan maupun kelompok tani yang bersifat parsial dengan penekanan pada kegiatan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sektor unggulan komoditas hortikultura dan mengetahui perubahan struktur ekonomi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis LQ dan Shift Share. Hasil analisis Location Quotient terdapat 5 komoditas hortikultura yang memiliki nilai LQ1 diantaranya komoditas bayam, kangkung, sawi, terung, dan tomat. Hasil analisis Shift Share diperoleh beberapa komoditas hortikultura yang memiliki perubahan struktur ekonomi yang bervariatif diantaranya: 1) komoditas bawang merah dan melon nilai PR negatif, PS dan DS 0; 2) Bayam nilai PR negatif, PS dan DS 0; 3) Cabai rawit, sawi, dan semangka nilai PR positif, PS0, dan DS0; 4) Kangkung dan cabai besar nilai PR positif, PS0, dan DS0; 5) Terung dan tomat nilai PR negatif, PS0, dan DS0.
Copyrights © 2026