ABSTRAK Novel menjadi sebuah media bagi pengarangnya dalam mengungkapkan apa yang dirasakan atau dialami olehnya. Seperti yang dilakukan oleh Fatima Mernissi, seorang sosiolog yang terlahir dari keluarga yang menganut sistem harem, dimana perempuan tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dan tak memiliki kuasa untuk keluar rumah bahkan hanya sekedar untuk berbelanja bahan masakan. Perempuan sering kali menjadi perbincangan yang menarik, hal ini disebabkan oleh kontruksi budaya yang menganggap perempuan sebagai makhlik yang lemah, emosional dan tidak penting dari laki-laki. Budaya ini di sebut juga dengan budaya patrarki, budaya yang menempatkan laki-laki pada posisi lebih tinggi dari perempuan. Akibat dari budaya ini membuat perempuan merasa terkekang, adapun gerakan yang membela atas posisi perempuan yang dis ebut dengan feminisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk budaya patriarki terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Ahlamun-Nisa>’i Al-Harim HikayatunTthufulatun fil-harimi karya Fatima mernissi dan juga struktur intrinstik novel seperti karakter, alur, latar dan tema. Kata Kunci: Budaya Patriarki; Feminisme; Representasi Perempuan; Novel Ahlamun-Nisa'i Al-Harim; Fatima Mernissi.
Copyrights © 2026