Latar belakang: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi, terutama saat menstruasi. Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan, tingkat kepatuhan konsumsi TTD masih rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan tersebut adalah pengawasan dari orang tua, namun belum banyak diteliti secara khusus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengawasan orang tua terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode distribusi frekuensi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 206 orang tua dari remaja putri yang mengalami anemia di SMA Negeri 1 Cimalaka. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu total sampling sebanyak 206. Instrumen penelitian menggunakan instrumen Pengawasan Minum Obat (PMO) yang telah dimodifikasi dan telah teruji validitas serta reliabilitas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) berpengaruh penting dalam keberhasilan konsumsi TTD, dengan 60,7% menunjukkan peran yang baik, 23,3% cukup, dan 16% rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan orang tua masih bervariasi dan belum merata, yang berdampak pada efektivitas program pencegahan anemia. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar orang tua memiliki peran yang baik sebagai PMO, tingginya angka anemia pada remaja putri menunjukkan bahwa keberhasilan program TTD juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola makan, status gizi, dan pengetahuan remaja.Kata kunci:Â PMO; orang tua; remaja; anemia; TTD
Copyrights © 2026