Penelitian ini mengkaji penerapan lean manufacturing dan value stream mapping (VSM) untuk memperbaiki alur produksi katalis T4427B di PT XYZ, sebuah perusahaan manufaktur bahan kimia. Studi ini mengatasi masalah waktu pemrosesan yang lama dan permintaan yang meningkat dengan mengintegrasikan VSM ke dalam kerangka kerja Define–Measure–Analyze–Design–Verify (DMADV). Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, lembar catatan produksi, prosedur operasi standar, dan dokumentasi proses internal. Penilaian kondisi saat ini mencakup 13 tahap produksi dan mengidentifikasi total waktu siklus sebesar 177,1 jam per batch, dibandingkan dengan target internal sebesar 78 jam. Enam proses dipilih untuk dirancang ulang tanpa pembelian peralatan baru: premixing, filtration to unload PPT cake, reslurry, mulling, ekstrusi, dan screening. Desain kondisi masa depan menggabungkan perancangan ulang metode, tumpang tindih aktivitas persiapan, pencucian berbasis kondisi, dan penggunaan peralatan terpasang secara paralel. Total waktu untuk keenam proses prioritas tersebut diproyeksikan turun dari 73,1 jam menjadi 34,8 jam, yang mencerminkan penurunan sebesar 52,4%. Pada tingkat lini produksi secara keseluruhan, waktu siklus diproyeksikan turun menjadi sekitar 138,8 jam, atau sebesar 21,6%. Penghematan biaya utilitas langsung diperkirakan sekitar USD 128–129 per *batch*, terutama berasal dari pengurangan konsumsi air demineralisasi, steam, dan listrik selama tahap filtrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa VSM dan DMADV dapat memberikan solusi praktis dengan kebutuhan modal rendah untuk meningkatkan efisiensi manufaktur bahan kimia sistem batch, meskipun desain kondisi masa depan yang diusulkan memerlukan verifikasi lintas batch terkait waktu proses, kualitas produk, keselamatan, keandalan peralatan, dan konsumsi sumber daya sebelum dilakukan standardisasi.
Copyrights © 2026