Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi penyebaran penafsiran Al-Qur'an di media sosial dengan berfokus pada peran algoritma, viralitas, dan pergeseran otoritas mufasir. Media sosial telah mengubah pola distribusi tafsir yang semula bersifat hierarkis dan berjenjang menjadi pola yang lebih cair, cepat, dan ditentukan oleh mekanisme teknis maupun sosial platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi dan analisis media siber, dengan objek kajian berupa konten tafsir pada akun-akun populer di media sosial serta pola interaksi audiensnya. Data dianalisis melalui model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dilengkapi analisis isi dan kerangka teori otoritas Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berfungsi sebagai penentu visibilitas tafsir berdasarkan potensi keterlibatan pengguna, sementara viralitas bekerja sebagai mekanisme sosial yang mempercepat penyebaran konten melalui muatan emosional dan format yang mudah dibagikan. Kombinasi kedua mekanisme ini mendorong pergeseran otoritas mufasir dari basis sanad keilmuan tradisional menuju basis popularitas digital, sekaligus memunculkan paradoks antara demokratisasi akses pengetahuan keagamaan dan fragmentasi wacana tafsir. Penelitian ini merumuskan sebuah model siklikal transformasi penyebaran tafsir yang mencakup tahap produksi, kurasi algoritmik, distribusi viral, resepsi audiens, dan umpan balik sistem, yang menegaskan perlunya penguatan literasi keagamaan digital di tengah dinamika ruang digital kontemporer.
Copyrights © 2026