Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dengan 102 balita stunting tercatat sepanjang tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita, meliputi status gizi ibu selama kehamilan, pola asuh, pemberian obat cacing, pengetahuan ibu, kondisi sosial ekonomi, serta sanitasi lingkungan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 orang tua/wali balita stunting yang ditentukan dengan rumus Slovin, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita tergolong stunted (92,2%) dan severely stunted (7,8%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara kejadian stunting dengan status gizi ibu (p = 0,012), status sosial ekonomi (p = 0,048), dan pengetahuan ibu (p = 0,018), sedangkan pola asuh (p = 0,280), pemberian obat cacing (p = 0,104), dan kondisi sanitasi (p = 0,867) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa status gizi ibu, kondisi sosial ekonomi, dan pengetahuan ibu merupakan determinan dominan kejadian stunting di wilayah ini, sehingga edukasi gizi yang tersasar dan intervensi pemberdayaan ekonomi keluarga sangat direkomendasikan untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Copyrights © 2026