Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat penting bagi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan bayi, namun ibu bekerja sering menghadapi hambatan dalam mempertahankannya. Data Badan Pusat Statistik (2024) menunjukkan cakupan ASI eksklusif di Provinsi Aceh mencapai 67,81%, sedangkan di UPTD Puskesmas Banda Baro hanya 29%, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di UPTD Puskesmas Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 50 ibu bekerja yang menyusui dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hanya 12 dari 50 responden (24%) yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Terdapat pengaruh signifikan antara usia ibu (p=0,031), tingkat pendidikan (p=0,035), status gizi (p=0,028), jumlah paritas (p=0,041), dan dukungan suami (p=0,000) terhadap pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Usia, pendidikan, status gizi, paritas, dan dukungan keluarga terbukti berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Saran: Fasilitas kesehatan, tempat kerja, dan pemerintah disarankan memperkuat kebijakan ramah menyusui bagi ibu bekerja, seperti penyediaan ruang laktasi, cuti melahirkan yang memadai, edukasi laktasi, dan pemberdayaan keluarga terutama suami.
Copyrights © 2026