Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebelum bayi berusia enam bulan masih banyak ditemukan di masyarakat, padahal World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, status pekerjaan, dan dukungan keluarga dengan praktik pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Baro Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 61 responden ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), status pekerjaan (p = 0,000), dan dukungan keluarga (p = 0,000) dengan pemberian MP-ASI dini. Ibu dengan pengetahuan rendah, ibu yang bekerja, serta ibu yang mendapat dukungan keluarga kurang lebih berisiko memberikan MP-ASI dini. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, status pekerjaan, dan dukungan keluarga berperan penting dalam praktik pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi laktasi kepada ibu dan keluarga serta mendorong kebijakan yang mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Copyrights © 2026