Masa nifas merupakan periode kritis yang memengaruhi keberhasilan menyusui, terutama dalam pencapaian produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat ditentukan oleh kelancaran produksi ASI, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkannya, salah satunya melalui pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sandai. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan post-test only control group design pada 24 ibu nifas yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi (ibu nifas hari ke-1 hingga ke-10, tidak memiliki kontraindikasi menyusui, dan bersedia menjadi responden) selama Maret hingga Juni 2026. Data produksi ASI diperoleh melalui observasi frekuensi menyusui, lama menyusui, dan pengeluaran ASI setelah pijat oksitosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden, sebanyak 20 orang (83,33%) mengalami peningkatan produksi ASI setelah diberikan pijat oksitosin. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dalam peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoretis bagi pengembangan ilmu kebidanan, khususnya mengenai intervensi non-farmakologis dalam meningkatkan produksi ASI, serta manfaat praktis sebagai masukan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas untuk menerapkan pijat oksitosin sebagai intervensi rutin dalam pelayanan kebidanan.
Copyrights © 2026