Industri minyak dan gas bumi menghasilkan produced water dalam jumlah besar seiring meningkatnya umur lapangan (mature field), sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang efektif melalui kegiatan water disposal menggunakan sumur injeksi. Namun, penurunan kemampuan injeksi akibat formation damage dapat menghambat keberlangsungan operasi dan meningkatkan risiko kegagalan sistem disposal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa Sumur Injeksi X pada kegiatan produced water disposal di Lapangan Semberah menggunakan metode Hall Plot serta mengidentifikasi faktor penyebab penurunan kemampuan injeksi. Metode penelitian dilakukan melalui analisis data sekunder berupa laju injeksi, tekanan wellhead, cumulative injection, karakteristik reservoir, dan kualitas air injeksi selama periode JanuariāMei 2025. Evaluasi dilakukan dengan analisis grafik Hall Plot, perhitungan slope, transmissibility, skin factor, dan injectivity index, serta dikombinasikan dengan analisis kualitas air injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju injeksi mengalami penurunan dari 3700 bbl menjadi 93 bbl, sedangkan tekanan wellhead meningkat dari 1216 psi menjadi 1228 psi. Analisis Hall Plot menunjukkan peningkatan slope hingga 38,25 yang mengindikasikan adanya formation damage. Nilai skin factor meningkat menjadi +1,48 dan injectivity index mengalami penurunan sebesar 14,5%. Selain itu, parameter TDS, TSS, dan oil content melebihi standar kualitas air injeksi sehingga berpotensi menyebabkan plugging. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penurunan performa Sumur X disebabkan oleh hambatan aliran akibat kerusakan formasi yang dipengaruhi oleh kualitas air injeksi yang tidak optimal.
Copyrights © 2026