Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dengan kelelahan kerja sebagai variabel mediasi. Mengadopsi kerangka kerja teoritis Job Demands-Resources (JD-R), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sumber daya organisasional (lingkungan kerja) berinteraksi dengan kondisi psikologis karyawan (kelelahan kerja) untuk membentuk hasil kerja (kepuasan). Melalui desain penelitian eksplanatori kuantitatif dengan pendekatan sensus terhadap 81 responden, data dianalisis dengan menggunakan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja secara tidak langsung melalui kelelahan kerja sebagai mediatornya. Lingkungan kerja berpengaruh negatif terhadap kelelahan kerja, dan kelelahan kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peranan kelelahan kerja sebagai mediator sangat besar terhadap kepuasan kerja sehingga membuat efek tidak langsung dari lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja hampir sama dengan efek langsungnya. Oleh karenanya, penelitian ini menyarankan agar perusahaan memperhatikan lingkungan kerjanya agar tidak menimbulkan kelelahan kerja bagi karyawannya, yang pada gilirannya, dapat meningkatkan kepuasan kerja. Model penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi kepuasan kerja adalah 0,710, yang mengindikasikan bahwa sekitar 71% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh model ini. This study aims to examine the effect of the work environment on job satisfaction with job burnout as a mediating variable. Adopting the Job Demands-Resources (JD-R) theoretical framework, this study explores how organizational resources (work environment) interact with employees' psychological conditions (job burnout) to shape work outcomes (satisfaction). Through an explanatory quantitative research design with a census approach to 81 respondents, the data were analyzed using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that the work environment had a positive effect on job satisfaction both directly and indirectly. The effect of the work environment on job satisfaction was indirect through job burnout as a mediator. The work environment has a negative effect on job burnout, and job burnout has a negative effect on job satisfaction. This study also shows that the role of job burnout as a mediator is very significant in job satisfaction, making the indirect effect of the work environment on job satisfaction almost the same as its direct effect. Therefore, this study suggests that companies pay attention to their work environment so as not to cause job burnout for their employees, which in turn can increase job satisfaction. The research model shows that the coefficient of determination for job satisfaction is 0.710, indicating that approximately 71% of the variation in job satisfaction can be explained by this model.
Copyrights © 2026