Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara orang mempelajari agama, termasuk tafsir Al-Qur'an. Aplikasi mobile keagamaan kini menjadi jembatan antara tradisi keilmuan Islam dan gaya hidup generasi digital. Ngafal Ngefeel dari Indonesia dan IluvQuran dari Malaysia adalah contoh inovasi di bidang ini. Kedua aplikasi ini menawarkan cara interaktif dan menyenangkan untuk menghafal dan memahami Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesan-pesan Al-Qur’an dan tafsir dalam aplikasi Ngafal Ngefeel dan IluvQuran disajikan agar mudah dipahami pengguna. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode content analysis dengan pendekatan analisis framing Robert M. Entman. Data diambil dari konten tafsir dalam aplikasi Ngafal Ngefeel dan IluvQur’an, termasuk teks, visual, dan narasi podcast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngafal Ngefeel (NN) dan IluvQuran tidak hanya mendigitalisasi teks, tetapi juga menawarkan tafsir digital yang membingkai tafsir Al-Qur'an sebagai aktivitas yang mudah dan menyenangkan dengan menggabungkan media hafalan dan tadabbur. Dengan analisis framing Robert M. Entman, studi ini menemukan bahwa NN menggunakan pendekatan emosional ('Ngefeel') dengan filosofi 3M (Menghafal, Memahami, Mentadabburi), sedangkan IluvQuran memakai metode Fun Learning dan Storytelling. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan epistemologi tafsir digital dan modernisasi pembelajaran Al-Qur’an agar menjadi aktivitas yang mudah dan menyenangkan, tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga memperkuat aspek afektif pembelajar.
Copyrights © 2023