Sintesis Protein merupakan materi yang sangat krusial namun sulit untuk dipahami karena bersifat abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa, mengidentifikasi miskonsepsi, menemukan subkonsep dengan miskonsepsi tertinggi, dan faktor penyebab miskonsepsi mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau pada materi sintesis protein. Penelitian ini menggunakan tes diagnostik tiga tingkat (three-tier diagnostic test) yang terdiri dari pilihan jawaban, alasan, dan tingkat keyakinan (Certainty of Response Index/CRI) terhadap pertanyaan yang diberikan. Penggunaan instrumen ini bertujuan untuk membedakan kesalahan siswa yang berasal dari miskonsepsi atau karena siswa tidak memahami konsep. Hasil penelitian menunjukkan meskipun sudah lebih dari 51,8% mahasiswa berada dikategori paham konsep sintesis protein, tetapi miskonsepsi yang terjadi pada indikator menganalisis proses transkripsi, menganalisis proses translasi dan menenentukan urutan asam amino masih tinggi. Penyebab miskonsepsi antara lain kesalahan dalam penalaran konsep, sumber belajar yang tidak valid, kurangnya minat dan motivasi belajar, serta banyaknya istilah-istilah sulit yang muncul pada materi ini. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Genetika dan Evolusi, sehingga intervensi pembelajaran dapat segera dilakukan sebelum kesalahan konsep dibawa calon guru saat mengajar di sekolah menengah atas.
Copyrights © 2025