Anak tunagrahita sama seperti anak normal pada umumnya yang mempunyai perkembangan seksual. Tapi banyak masyarakat yang beranggapan bahwa anak tunagrahita tidak memiliki hasrat seksual. Kurangnya pendidikan seksual pada anak tunagrahita berdampak mereka belum dapat merawat anggota tubuh dan organ reproduksi saat masa pubertas. Juga belum paham cara melindungi anggota tubuhnya sehingga rentan terhadap pelecehan seksual. Pemberian pembelajaran pendidikan seksual pada anak tunagrahita harus disesuaikan dengan perkembangan dan kemampuan mereka. Peneliti menggunakan komik sebagai media pembelajaran tentang pendidikan seksual dan diharapkan dengan media komik tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Copyrights © 2025