Pelatihan dalam jabatan (in-service training) telah menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kapasitas profesional guru, termasuk guru non-Pendidikan Luar Biasa (non-PLB) yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Guru non-PLB kerap menghadapi tantangan dalam memahami kebutuhan belajar siswa berkebutuhan khusus karena tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas in-service training dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru non-PLB agar mampu memahami dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa SLB. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru non-PLB di SLB Negeri Pembina Bener Meriah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan wawancara mendalam dengan guru peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dalam jabatan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, baik dari aspek perencanaan pembelajaran, penggunaan strategi pembelajaran yang adaptif, maupun evaluasi hasil belajar siswa. Guru juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap karakteristik siswa SLB dan merasa lebih percaya diri dalam mengajar. Faktor pendukung efektivitas pelatihan meliputi adanya pendampingan, materi pelatihan yang relevan, dan praktik langsung di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa in-service training sangat penting sebagai strategi pengembangan profesional guru non-PLB. Diperlukan pengembangan kurikulum pelatihan yang lebih spesifik, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan teknologi untuk memperkuat dampak pelatihan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan pelatihan guru dalam pendidikan inklusif dan pendidikan khusus.
Copyrights © 2025