Peningkatan produksi radiofarmaka berbasis Fluorine-18 (F-18) untuk kebutuhan pemeriksaan PET/CT berkontribusi terhadap peningkatan akumulasi limbah cair radioaktif yang memerlukan pengelolaan sistematis sebelum dilepas ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem dua tangki decay storage dalam pengelolaan limbah tersebut melalui simulasi numerik selama 30 hari operasional. Parameter yang dievaluasi meliputi aktivitas radioaktif, densitas aktivitas, volume limbah cair, dan utilisasi tangki terhadap kapasitas operasional yang ditetapkan. Hasil simulasi menunjukkan densitas aktivitas menurun dari 37.000 Bq/mL pada hari pertama hingga 1.682 Bq/mL pada hari ke-30, dengan batas klirens 10 Bq/mL tercapai dalam 21,73 jam pada kondisi pure decay. Kondisi bebas klirens tercapai secara konsisten setiap akhir pekan dengan densitas berkisar 0,835–0,209 Bq/mL, menunjukkan efek pengenceran progresif seiring akumulasi volume limbah. Di sisi kapasitas, volume limbah meningkat dari 50 L hingga 1.100 L dengan laju 50 L per hari kerja, mendorong utilisasi tangki mencapai 104,76% pada hari ke-30. Sistem dua tangki terbukti efektif secara radiologis dalam menekan densitas aktifitas limbah cair radioaktif hingga di bawah nilai klirens melalui mekanisme peluruhan pasif dan pengenceran kumulatif.
Copyrights © 2025