Provinsi Sulawesi Tengah merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik yang sangat dinamis, terutama akibat keberadaan sistem Sesar Palu-Koro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik seismisitas di wilayah tersebut dengan menerapkan Hukum Gutenberg-Richter dan Hukum Omori. Data yang digunakan bersumber dari katalog gempa bumi periode 2015-2025 serta data spesifik gempa susulan pasca-peristiwa gempa Palu 2018. Analisis statistik menunjukkan nilai produktivitas seismik (a-value) sebesar 7,511 dan tingkat kerapuhan batuan (b-value) sebesar 1,073. Selain itu, pola peluruhan gempa susulan divalidasi menggunakan Hukum Omori, yang menunjukkan penurunan drastis dari 51 kejadian pada hari pertama menjadi 5 kejadian pada hari ketujuh. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemetaan risiko bencana dengan menunjukkan bahwa meskipun aktivitas seismik di Sulawesi Tengah sangat tinggi, pola peluruhan energinya mengikuti tren eksponensial yang stabil. Temuan ini krusial bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi mitigasi bencana berbasis data statistik parameter fisik batuan.
Copyrights © 2026