Latar Belakang: Cervical Root Syndrome (CRS) merupakan kondisi akibat iritasi atau kompresi akar saraf servikal yang menimbulkan nyeri menjalar, keterbatasan lingkup gerak, serta penurunan kemampuan fungsional. Intervensi fisioterapi seperti Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan chin tuck sering digunakan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan stabilitas segmen servikal. Tujuan: Mengetahui efek kombinasi TENS dan latihan chin tuck terhadap penurunan nyeri, peningkatan range of motion (ROM), dan perbaikan fungsi pada pasien dengan CRS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single-subject research model ABA (baseline–intervensi–baseline). Satu pasien dengan diagnosis CRS mendapatkan kombinasi intervensi TENS dan latihan chin tuck selama tiga sesi terapi. Evaluasi dilakukan pada fase baseline, selama intervensi, dan follow up menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri, pengukuran ROM servikal, dan Neck Disability Index (NDI) untuk fungsi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan skor antar fase pengukuran. Hasil: Terjadi penurunan intensitas nyeri yang ditunjukkan oleh penurunan NRS nyeri diam dari 2 menjadi 0, nyeri saat gerak dari 7 menjadi 4, serta nyeri tekan dari 6 menjadi 1. ROM servikal meningkat pada seluruh arah gerak. Skor NDI menurun dari 18% pada sesi pertama menjadi 8% pada sesi ketiga, menunjukkan adanya perbaikan kemampuan fungsional. Kesimpulan: Kombinasi TENS dan latihan chin tuck memberikan efek positif terhadap penurunan nyeri, peningkatan ROM, dan perbaikan fungsi pada pasien CRS dalam desain single-subject ini. Intervensi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari penatalaksanaan fisioterapi pada kasus CRS, dengan tetap memperhatikan keterbatasan desain studi.
Copyrights © 2026