Latar Belakang: Stres dapat diartikan sebagai respons fisik dan psikologis seseorang terhadap berbagai bentuk tekanan yang dihadapi, termasuk stres akademik yang sering dialami remaja. Keadaan ini diduga berkaitan dengan berbagai masalah menstruasi, termasuk ketidakteraturan siklus menstruasi, polimenore, oligomenore, serta amenore. Tujuan: Menganalisis keterkaitan stres terhadap masalah menstruasi yang dialami oleh remaja putri berdasarkan hasil telaah literatur. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yang bersumber dari berbagai publikasi ilmiah terkait. Pencarian sumber ilmiah dilakukan pada database Google Scholar menggunakan istilah pencarian (“stres akademik” OR “stres”) AND (“gangguan menstruasi” OR “menstrual disorders”), sedangkan pada PubMed menggunakan istilah (“Academic Stress” OR Stress) AND (“Menstrual Disorders” OR “Menstrual Disorder”) dengan periode publikasi tahun 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, dan diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria penelitian untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil: Seluruh artikel yang dianalisis mengindikasikan bahwa terdapat hubungan antara stres dengan gangguan menstruasi pada remaja putri. Tiga artikel secara khusus mengidentifikasi stres akademik dan stres akibat perang sebagai faktor yang berhubungan dengan gangguan menstruasi, sedangkan artikel lainnya melaporkan hubungan stres secara umum tanpa mengelompokkan jenis stres. Simpulan: Hasil telaah literatur menegaskan bahwa stres berhubungan dengan meningkatnya kejadian gangguan menstruasi pada remaja putri. Stres akademik merupakan jenis stres yang paling konsisten dilaporkan berkontribusi terhadap terjadinya gangguan menstruasi, meskipun beberapa penelitian belum mengidentifikasi jenis stres secara spesifik.
Copyrights © 2025