ABSTRAK Petugas kepolisian, khususnya yang bekerja di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), menghadapi tuntutan kerja yang penuh tekanan, jadwal yang padat, serta beban psikologis. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi (work-life balance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat work-life balance pada anggota Satreskrim Polresta Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan memilih 65 partisipan menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala work-life balance menggunakan dimensi Hayman (2005), diantaranya work interference with personal life (WIPL), personal life interference with work (PLIW), dan work/personal life enhancement (WPLE). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 89,2% responden berada pada kategori work-life balance yang tinggi. Hasil analisis pada dimensi WIPL menunjukkan bahwa 87,7% responden berada pada kategori tinggi dan 12,3% pada kategori rendah. Temuan serupa juga terlihat pada dimensi PLIW dengan distribusi yang sama, yang menandakan bahwa gangguan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan relatif rendah, baik dari arah pekerjaan ke kehidupan pribadi maupun sebaliknya. Dimensi WPLE, 83,1% responden termasuk kategori tinggi dan 16,9% kategori rendah, yang mencerminkan adanya pengaruh positif yang saling mendukung antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Temuan penelitian menemukan bahwa secara keseluruhan anggota Satreskrim Polresta Banda Aceh mempunyai tingkat work-life balance yang tinggi. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi institusi kepolisian dalam mempertahankan serta mengembangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja personel.
Copyrights © 2026