Ketahanan energi suatu negara menjadi penting menghadapi era globalisasi. Namun sampai saat inidokumen yang menggambarkan ketahanan energi belum dimiliki Indonesia. Untuk mencapai sasaranketahanan energi diperlukan berbagai upaya mulai dari hulu sampai hilir energi. Sebagai fokus dantarget kajian ini adalah penekanan terhadap perlindungan lingkungan hidup dan pengembangansumber energi Migas Non Nonvensional sebagai Energi Baru, dilakukan dengan pendekatan analisiskomparatif, semi kuantitatif, dan analisis Strength-Weakness-Threat-Opportunity (SWOT). Saat inidinyatakan belum ada kedaulatan energi, tetapi masih pada tataran meningkatkan ketahanan energinasional. Hasil identififi kasi dan analisis menunjukkan perlu pengembangan sumber-sumber energiguna meningkatkan ketahanan energi, dengan memasukkan permasalahan lingkungan hidup danmenegaskan komitmen pada perlindungan lingkungan. Untuk memperkuat ketahanan energi nasional,dikaji potensi Migas Non Konvensional yang belum tersentuh dalam dokumen Kebijakan EnergiNasional. Pemilihan Wilayah Sumatera Selatan, didasarkan pada daerah lumbung energi dan adanyapilot project Coal Bed Methane (CBM) yang berhasil dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik untukpenerangan. Kajian ini merekomendasikan energi berbasis Migas Non Konvensional dimasukkansebagai Energi Baru seperti CBM, batubara tercairkan dan batubara tergaskan. Depletion premiumsebagai salah satu alternatif sumber dana pengembangan Migas Non Konvensional. Melalui aplikasitekno-ekonomi yang memperlakukan alam sebagai input, proses, dan output, dapat mempercepatpengembangan Migas Non Konvensional
Copyrights © 2015