Perkembangan pesat era Society 5.0 dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) membawa perubahan mendasar dalam lanskap Pendidikan Agama Kristen (PAK), yang kini diperhadapkan pada krisis etika digital, bias algoritma, dan distraksi siber. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan reorientasi pedagogi PAK melalui integrasi triadic yang komprehensif: teologi, etika digital, dan praksis diakonia. Menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur kritis (critical literature review), studi ini menganalisis dialektika antara perkembangan teknologi digital dan pembentukan spiritualitas peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara teologis, pemaknaan ulang Imago Dei menegaskan kembali agensi moral dan martabat humanis peserta didik yang tak tergantikan oleh sistem algoritmik; (2) secara etis, PAK harus membekali peserta didik dengan literasi etis-kritis untuk mengidentifikasi hamartiologi digital seperti disinformasi, bias algoritma, dan konsumerisme siber; serta (3) secara praksis, diakonia era Society 5.0 mentransformasi pedagogi PAK dari sekadar transfer pengetahuan menjadi aksi pelayanan nyata yang berorientasi pada keadilan sosial dan kepedulian digital. Implikasi dari penelitian ini menawarkan kerangka kurikulum dan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang memadukan asketisme digital dengan keterlibatan sosial-kontekstual guna membentuk warga digital yang beriman, etis, dan transformatif.
Copyrights © 2026