Pendahuluan: Quarter Life Crisis menjadi bagian permasalahan mental yang kebanyakan terjadi pada kepada individu yang beranjak dewasa. karena tekanan dari pendidikan, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan kemandirian dalam hal ekonomi. Salah satu faktor psikologis yang mungkin memengaruhi cara seseorang menghadapi situasi tersebut Adalah kepercayaan diri. Individu dengan kepercayan dir yang tinggi biasanya akan mudah beradaptasi, lebih siap menghadapi berbagai kesulitan saat sedang berpindah ke masa kehidupan dewasa. Studi ini dilakukan untuk memahami keterkaitan harga diri terhadap krisis usia 20-an pada orang dewasa muda yang berdomisili di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode: Pendekatan yang diterapkan pada studi ini adalah rancangan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 65 orang sampel yang pemilihannya menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) serta instrumen Quarter Life Crisis digunakan untuk mengumpulkan data dan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian memperlihatkan mayoritas responden dengan tingkat self-esteem yang rendah yaitu sebesar 80,0% dan mayoritas berada pada kategori Quarter Life Crisis tinggi yaitu 81,5%. Analisis bivariat menunjukkan adanya kaitan yang penting antara harga diri terhadap Quarter Life Crisis dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan : Terdapat keterkaitan yang bermakna antara harga diri dan Quarter Life Crisis pada kelompok usia muda yang berada di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara. Meningkatkan rasa percaya diri bisa menjadi salah satu cara yang membantu dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi kemungkinan mengalami krisis fase empat puluhan pada usia muda.Kata kunci: self-esteem, Quarter Life Crisis, dewasa awal, kesehatan mental.
Copyrights © 2026