Pendahuluan: Penggunaan gadget pada anak usia balita semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Penggunaan gadget tanpa adanya pengawasan dan pembatasan waktu yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya kecanduan yang berdampak terhadap perkembangan fisik, sosial, psikologis, dan kognitif anak. Deteksi dini diperlukan sebagai salah satu upaya pencegahan agar dampak akibat dari penggunaan gadget dapat dikenali sedini mungkin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah seluruh balita yang berkunjung ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu sebanyak 20 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat kecanduan gadget dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dan Pembahasan: Sebagian besar balita tidak mengalami ketergantungan gadget sebanyak 13 responden (65,0%). Sebanyak 5 responden (25,0%) mengalami ketergantungan ringan dan 2 responden (10,0%) mengalami ketergantungan sedang. Kesimpulan: Mayoritas balita di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu belum mengalami kecanduan gadget. Namun demikian, sebanyak 35% balita telah menunjukkan gejala ketergantungan sehingga diperlukan deteksi dini secara berkala serta edukasi kepada orang tua mengenai penggunaan gadget yang aman sesuai usia.
Copyrights © 2026