Pembelajaran tata bahasa Arab (Ilmu Nahwu) bagi santri pemula kerap dihadapkan pada kendala demotivasi akibat literatur yang tebal dan alokasi waktu yang sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan inovasi pembelajaran Ilmu Nahwu menggunakan Kitab Nahwu Muyassar karya K.H. Muhammad Syafi’ Muslih di program Badar Arabic English Club (BAEC) Pondok Pesantren Baitul Abidin Darussalam Wonosobo. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi lapangan, data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara mendalam dengan pengajar dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kitab Nahwu Muyassar dipilih karena kepraktisan dan simplifikasi materinya sangat adaptif terhadap keterbatasan waktu BAEC yang hanya dua jam per minggu; (2) Implementasi pembelajaran berlangsung interaktif melalui kombinasi game-based learning, evaluasi formatif rutin, dan lingkungan belajar yang suportif; (3) Inovasi ini secara empiris berhasil meningkatkan motivasi belajar dan akselerasi kemampuan kognitif santri dalam mengidentifikasi kedudukan kata (I'rab) dasar; dan (4) Kendala heterogenitas daya tangkap santri dan benturan jadwal kepesantrenan dapat diatasi melalui variasi media pembelajaran serta relokasi waktu belajar (make-up class). Secara keseluruhan, inovasi BAEC membuktikan bahwa simplifikasi literatur kepesantrenan sangat efektif diintegrasikan ke dalam komunitas bahasa hibrida untuk mengoptimalkan literasi sintaksis Arab.
Copyrights © 2026