Pembelajaran studio arsitektur sering kali diwarnai oleh kesenjangan persepsi antara dosen dan mahasiswa terkait kriteria estetika serta penilaian karya desain, yang berpotensi memicu konflik pedagogis dan mengendalikan kreativitas. Kesenjangan ini diduga berkaitan dengan cognitive mismatch akibat perbedaan gaya kognitif dan tipologi berpikir yang belum terkonseptualisasi secara sistematis dalam pendidikan desain. Penelitian ini bertujuan memetakan secara eksploratif pola ketidakselarasan kognitif antara pengajar dan peserta didik serta merumuskan kerangka konseptual awal bagi pembelajaran studio adaptif. Menggunakan metode Systematic Integrative Literature Review (SILR) berpanduan kriteria PRISMA, riset ini melakukan sintesis integratif terhadap berbagai kerangka gaya kognitif (seperti HBDI, tipologi Jungian, Triune Brain MacLean, serta STIFIn) dan melakukan analisis tematik pada literatur bereputasi. Hasil penelitian merumuskan Matriks Proposisi Gaya Kognitif Arsitektur (memetakan kecenderungan gaya Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinct) serta Peta Tematik Kesenjangan Kognitif. Temuan mengindikasikan bahwa bias evaluasi dapat dijelaskan secara konseptual ketika dosen mengevaluasi karya melalui kacamata kognitif pribadinya, terutama pada benturan orientasi Intuiting (konseptual-abstrak) dan Thinking/Sensing (struktural-pragmatis). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengenalan gaya kognitif ke dalam studio arsitektur sebagai hipotesis kerja esensial untuk merancang diferensiasi asistensi dan evaluasi yang berpotensi mengoptimalkan kreativitas mahasiswa.
Copyrights © 2026