Gumuk Pasir Parangkusumo menjadi satu-satunya hamparan aeolian dune di Asia Tenggara dan menjadi lokasi utama kegiatan sandboarding di Indonesia. Meskipun mencatat rata-rata 180.000-220.000 kunjungan per tahun, kawasan ini belum berkembang secara optimal sebagai kawasan wisata sport tourism. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya tarik wisata olahraga sandboarding di kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo berdasarkan kerangka 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary), serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa komponen Attraction memiliki potensi alam yang cukup kuat akan tetapi belum dikemas secara lebih terarah; Accessibility terhambat ketiadaan transportasi umum langsung; Amenities masih jauh dari standar sport tourism internasional dengan hanya 18% operator yang memiliki peralatan keselamatan memadai; dan Ancillary lemah akibat fragmentasi kewenangan antara tiga institusi. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan badan pengelola terpadu, standardisasi peralatan, pengembangan paket wisata berjenjang, serta penyediaan akses transportasi umum menuju kawasan.
Copyrights © 2026