Transformasi digital dalam pendidikan menuntut integrasi literasi digital sejak usia dini sebagai fondasi pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun, implementasi literasi digital pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesiapan kurikulum, kompetensi pendidik, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif integrasi literasi digital dalam kurikulum PAUD melalui perspektif ekosistem pendidikan yang mencakup aspek kelembagaan, kurikulum, pembelajaran, kompetensi guru, perkembangan anak, dan kemitraan sekolah–orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di KB Baitul Hikmah dan KB Amanah Preschool Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui pemanfaatan media digital secara terbatas, terarah, dan berbasis aktivitas bermain sambil belajar. Teknologi diposisikan sebagai instrumen pedagogis yang mendukung pencapaian tujuan perkembangan anak, bukan sebagai fokus utama pembelajaran. Meskipun guru memegang peran kunci sebagai fasilitator, masih ditemukan kesenjangan kompetensi pedagogi digital. Selain itu, kolaborasi sekolah–keluarga belum terbangun secara sistematis. Temuan ini menegaskan pentingnya model integrasi literasi digital yang adaptif, kontekstual, dan ekosistemik guna memperkuat kebijakan serta kapasitas pendidik dalam menghadapi transformasi digital pendidikan.
Copyrights © 2026