Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman yang lebih utuh mengenai hubungan antara pendidikan karakter dan perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang selama ini cenderung dipisahkan secara konseptual maupun praktis, padahal keduanya beririsan secara substantif dalam proses perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran pendidikan karakter dalam membentuk dan menguatkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui pendekatan kajian literatur yang bersifat analitis-kritis terhadap berbagai temuan empiris dan konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan perkembangan sosial-emosional membentuk satu sistem ekologis yang saling menguatkan, di mana pendidikan karakter berfungsi sebagai fondasi normatif yang mengarahkan perkembangan sosial-emosional, sementara kematangan sosial-emosional menjadi prasyarat internalisasi nilai karakter secara bermakna. Implementasi pendidikan karakter berlangsung melalui pembiasaan, keteladanan, pembelajaran berbasis bermain, bimbingan verbal, dan penguatan perilaku yang efektif hanya dalam ekosistem yang konsisten antara sekolah dan keluarga. Integrasi mekanisme tersebut menghasilkan perkembangan sosial-emosional yang mencakup regulasi emosi, empati, keterampilan interaksi sosial, dan pengambilan keputusan berbasis nilai secara terpadu. Kesimpulannya, pendidikan karakter bukan sekadar komponen kurikulum, melainkan infrastruktur psikososial yang menentukan kualitas perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan model ekologis pendidikan anak usia dini dan menegaskan pentingnya pendekatan integratif dalam praktik pendidikan, dengan implikasi bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat ditentukan oleh sinergi sistemik antara institusi pendidikan dan keluarga
Copyrights © 2026