Transformasi pendidikan pada era globalisasi dan digitalisasi menuntut organisasi pendidikan memiliki tata kelola yang adaptif tanpa kehilangan relevansi sosial dan identitas budaya. Namun, praktik manajemen pendidikan di Indonesia masih didominasi pendekatan administratif dan teknokratis yang cenderung mengabaikan dimensi nilai serta konteks sosial-budaya masyarakat. Artikel ini bertujuan mengonstruksi strategi pengelolaan organisasi pendidikan berbasis kearifan budaya Nusantara sebagai alternatif kerangka tata kelola yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui content analysis dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan budaya Nusantara, yaitu gotong royong, musyawarah, kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman, memiliki relevansi sebagai fondasi pengelolaan organisasi pendidikan. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam enam dimensi strategis, yaitu perencanaan partisipatif, kepemimpinan berbasis budaya, pengembangan sumber daya manusia kolaboratif, penguatan budaya organisasi, kolaborasi pemangku kepentingan, dan transformasi digital beridentitas kultural. Kajian ini menghasilkan model konseptual pengelolaan organisasi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan institusi yang adaptif, berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini dapat memperkaya diskursus manajemen pendidikan melalui penguatan perspektif budaya sebagai landasan tata kelola yang relevan dengan konteks Indonesia.
Copyrights © 2026