Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut penyelenggaraan layanan pendidikan yang mampu mengintegrasikan teknologi, nilai kemanusiaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Dalam konteks tersebut, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses, kesiapan sumber daya manusia, hingga belum optimalnya tata kelola pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi integratif manajemen pendidikan inklusif berbasis moderasi bagi ABK di era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan kajian literatur sistematis. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen relevan yang membahas pendidikan inklusif, moderasi, manajemen pendidikan, Society 5.0, dan strategi pembelajaran bagi ABK. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi, kategorisasi, sintesis, dan interpretasi temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif berfungsi sebagai landasan pemenuhan hak pendidikan ABK, sementara moderasi menjadi fondasi etik yang memperkuat keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, Society 5.0 menghadirkan peluang pengembangan layanan melalui teknologi inklusif, tetapi sekaligus menuntut transformasi tata kelola pendidikan yang lebih adaptif. Sintesis literatur menghasilkan model strategi integratif yang bertumpu pada lima dimensi utama, yaitu moderasi, kepemimpinan inklusif dan adaptif, kurikulum fleksibel, teknologi inklusif, serta kolaborasi multipihak. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual manajemen pendidikan inklusif yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan bagi ABK di era Society 5.0.
Copyrights © 2026