Penelitian ini mengkaji pendekatan multiliterasi dalam desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui studi literatur. Perkembangan teknologi digital dan komunikasi multimodal telah menggeser konsep literasi dari kemampuan berbasis teks tunggal menjadi praktik pemaknaan yang beragam. Oleh karena itu, desain pembelajaran perlu mengintegrasikan berbagai jenis literasi agar tetap relevan dengan tuntutan pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa kajian pustaka dengan menganalisis buku dan artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan multiliterasi dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa multiliterasi mencakup literasi teks, digital, visual, kritis, dan sosial-budaya yang dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran PAI. Pendekatan multiliterasi relevan dengan tujuan PAI karena mendukung pemahaman keagamaan yang kontekstual, reflektif, dan aplikatif. Penerapannya dapat dilakukan melalui media multimodal, pembelajaran berbasis proyek, dan analisis kritis terhadap fenomena keagamaan dan sosial. Tantangan utama meliputi kompetensi guru, ketersediaan teknologi, dan validitas sumber keagamaan digital. Penguatan kapasitas guru dan desain pembelajaran adaptif menjadi kunci keberhasilan implementasi. Pendekatan multiliterasi berkontribusi dalam membangun pembelajaran PAI yang bermakna, kritis, dan kontekstual di era digital.
Copyrights © 2026