Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena penggunaan media sosial dan perannya dalam konstruksi identitas di kalangan mahasiswa, secara khusus memeriksa dampaknya terhadap disiplin belajar mereka. Di tengah maraknya platform digital, mahasiswa secara aktif membentuk persona publik mereka, yang sering kali mengganggu tanggung jawab akademis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi awal, wawancara, dan dokumentasi interaksi mahasiswa baik secara daring maupun di lingkungan akademik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa media sosial berfungsi bagaikan pisau bermata dua; di satu sisi berperan sebagai lingkungan pembelajaran informal yang luas, namun di sisi lain, kebutuhan mendesak akan validasi digital dan kecemasan tertinggal tren (FOMO) secara signifikan mengikis disiplin belajar mahasiswa. Mahasiswa sering mengalami distraksi digital selama perkuliahan, menciptakan dikotomi yang nyata antara identitas daring yang mereka idealiskan dan performa akademik mereka yang sebenarnya. Kesimpulannya, obsesi terhadap konstruksi identitas digital mengganggu fokus akademik, sehingga memerlukan regulasi diri yang lebih kuat dan literasi digital di kalangan mahasiswa untuk menjaga keseimbangan antara eksistensi virtual dan kewajiban akademik.
Copyrights © 2026