Fenomena dekadensi moral di kalangan peserta didik MA Darussalam Deru terlihat dari rendahnya kedisiplinan, menurunnya kesantunan, serta penggunaan gawai yang tidak terkendali sehingga memengaruhi iklim belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mencegah dekadensi moral melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai SMART (Santun, Moral, Attitude, Religius, dan Tanggung Jawab) dalam Program D’SMARTIKA Movement. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan observasi, sosialisasi, workshop, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru pendamping, dan ±25 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman nilai karakter, ditunjukkan melalui perubahan nilai pre-test 58,20 menjadi 83,75 atau meningkat sebesar 43,9%. Selain itu, 80% siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab, serta 95% meningkat dalam kesantunan dan kesadaran religius. Perubahan perilaku juga tercermin dari berkurangnya pelanggaran tata tertib, meningkatnya etika komunikasi, serta terbentuknya agen perubahan dari kalangan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan karakter berbasis PAR efektif dalam mendorong internalisasi nilai moral dan menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Copyrights © 2026