Pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan teoritis konvensional menuju pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pembelajaran kewirausahaan berbasis experiential learning yang dikembangkan oleh dosen practitioner di Universitas Pandanaran. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data primer dihimpun melalui wawancara mendalam bersama tiga dosen pengampu yang secara aktif mengelola wirausaha di berbagai sektor strategis, meliputi industri otomotif, ritel pasar tradisional, dan jasa pelayanan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen practitioner merekonstruksi pembelajaran melalui tiga pilar utama: (1) transformasi dinamika operasional lapangan menjadi studi kasus komparatif yang autentik, (2) simulasi taktis pemecahan krisis dan rekayasa manajerial, serta (3) pendampingan berkelanjutan dalam merancang model bisnis mahasiswa yang adaptif terhadap volatilitas pasar. Integrasi keahlian praktis dan kapasitas akademis pengajar terbukti secara signifikan mengikis theory-practice gap, memperkuat entrepreneurial self-efficacy, serta membentuk pemahaman kontekstual mahasiswa terhadap realitas dunia usaha.
Copyrights © 2026