Capital Expenditure (CAPEX) adalah jenis investasi jangka panjang yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh, memperbarui, atau meningkatkan aset tetap, sehingga dapat mendukung kegiatan operasional serta pertumbuhan usaha perusahaan. Meskipun begitu, kenaikan CAPEX tidak selalu berarti peningkatan hasil keuangan, jadi perlu dicek apakah investasi itu efektif atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perkembangan CAPEX dan menganalisis hubungannya dengan kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu 2021 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat deskriptif. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dan menghasilkan 11 perusahaan dengan total 55 observasi. Data didapat dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan, sedangkan untuk mengetahui kinerja keuangan digunakan tiga indikator yaitu Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan perkembangan CAPEX dan perubahan indikator profitabilitas selama masa penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CAPEX di perusahaan-perusahaan sampel mengalami perubahan naik turun dari tahun ke tahun. Peningkatan investasi dalam aset tetap tidak selalu berarti ada peningkatan dalam ROA, ROE, atau NPM, sehingga besarnya CAPEX belum bisa menjadi satu-satunya indikator untuk menilai peningkatan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan investasi lebih tergantung pada cara mengelola aset yang efektif, kemampuan menjalankan operasi secara efisien, serta kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Jadi, investasi jangka panjang harus dilengkapi dengan strategi pengelolaan aset dan operasional yang baik agar bisa menghasilkan manfaat ekonomi yang terus-menerus.
Copyrights © 2026