Museum Sulawesi Tengah merupakan salah satu wisata bersejarah yang berada di Jalan Kemiri No. 23, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kinerja pegawai serta jenis Pendidikan dan pelatihan yang berlangsung di Museum Sulawesi Tengah dengan menggunakan teori praktik social yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu yang terdiri dari beberapa konsep inti dan saling berkaitan yaitu Habitus, modal (capital), arena (field). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini diperoleh hasil penelitian yaitu peran dari Pendidikan dan pelatihan yang ada di Museum Sulawesi Tengah dilakukan belum maksimal. Kulitas kinerja pegawai sebagai wisata Sejarah berdasarkan praktik social yaitu Habitus, modal (capital), field belum berlangsung secara maksimal karena belum adanya Habitus yang maksimal serta penyesuaian dari Pendidikan dan pelatihan yang maksimal. Hal ini dilihat dari beberapa pengnjung yang datang ke museum. Kualitas pelayanan di Museum Sulawesi Tengah memiliki beberapa hal yang di pengaruhi dari Pendidikan dan pelatihan yang ada
Copyrights © 2026