Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas nilai tukar rupiah serta implikasinya terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia selama periode 2016–2026. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis deskriptif terhadap volatilitas nilai tukar rupiah dengan mengaitkan dinamika kurs terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan stabilitas perekonomian nasional dalam periode pasca-pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Investing.com, dan Trading Economics. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Federal Reserve, ketidakpastian ekonomi global, dan pandemi COVID-19, serta faktor internal seperti inflasi, suku bunga domestik, dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Volatilitas nilai tukar rupiah terbukti memberikan implikasi terhadap peningkatan inflasi, penurunan daya beli masyarakat, ketidakpastian investasi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi kebijakan moneter dan ekonomi yang efektif guna menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Copyrights © 2026