Enterprise Resource Planning (ERP) muncul sebagai jawaban strategis yang relevan untuk menghadapi tantangan ini. Diperkirakan bahwa pasar ERP global akan mencapai 106 miliar AS pada tahun 2026, didorong oleh meningkatnya kebutuhan untuk otomatisasi dan integrasi data secara waktu nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) di Perum Bulog Kantor Wilayah Medan menggunakan kerangka Technology Organization Environment (TOE). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dimensi teknologi, sistem ERP yang diimplementasikan memberikan integrasi data yang signifikan antar unit kerja. Dari dimensi organisasi, terdapat tantangan pada kesiapan sumber daya manusia dan perubahan budaya kerja. Dari dimensi lingkungan, tekanan regulasi pemerintah dan dinamika rantai pasok pangan menjadi pendorong utama adopsi ERP. Secara keseluruhan, implementasi ERP terbukti meningkatkan efisiensi proses bisnis dalam aspek pengelolaan stok, distribusi, dan pelaporan keuangan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman adopsi ERP di BUMN sektor pangan Indonesia.
Copyrights © 2026