Penelitiaan ini bertujuan untuk menguji bagaimana kontribusi transparansi Environmental, Social, and Governance (ESG), tingkat profitabilitas, serta skala korporasi dalam mempengaruhi valuasi pasar emiten pada klaster industri bahan baku yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2025. Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, objek populasi mencakup seluruh perusahaan bahan baku di BEI. Melewati kriteria penerapan purposive sampling, terpilih 24 entitas bisnis yang memenuhi kualifikasi sebagai sampel amatan. Sumber data sekunder dikumpulkan dari publikasi laporan tahunan maupun langganan resmi. Estimasi parameter dilakukan melalui teknik regresi data panel dengan model terbaik berupa REM. Hasil pengujian empiris mengonfirmasi bahwa profitabilitas memiliki dampak positif yang signifikan dalam mendongkrak nilai perusahaan. Sebaliknya, publikasi laporan ESG dan ukuran perusahaan yang diperoleh tidak memberikan pengaruh yang berarti. Jika diuji secara serempak, kombinasi ketiga indikator bebas tersebut juga tidak menampilkan dampak nyata terhadap apresiasi nilai pasar emiten. Fenomena ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar modal domestik masih menempatkan indikator keuangan jangka pendek sebagai dasar analisis utama, dibandingkan instrumen non-keuangan. Implikasinya, manajemen di sektor bahan baku perlu memprioritaskan optimalisasi laba bersih sebagai strategi utama menaikkan harga diri perusahaan di bursa. Di sisi lain, kualitas serta kedalaman substansi pelaporan ESG harus terus ditingkatkan agar dapat bertransformasi menjadi sinyal fundamental yang Andal bagi modal penanam.
Copyrights © 2026