Penelitian ini mengkaji tentang usaha Minang Flora di Edufarm Lebah Madu Galo-galo di Fakultas Peternakan Universitas Andalas, menghadapi keterbatasan pemasaran konvensional yang masih bergantung pada Word of Mouth sehingga sulit bersaing dengan produk impor bermerek. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal pemasaran, menentukan posisi strategis usaha, serta merumuskan strategi digital marketing yang tepat bagi pengembangan Minang Flora. Metode penelitian menggunakan analisis IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM dengan pendekatan mixed method menggunakan design sequential. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada Minang Flora Edufarm yang memiliki loyalitas tinggi, sedangkan kelemahan mencakup kegiatan operasional usaha belum terstruktur. Peluang berasal dari tren konsumsi produk herbal dan alami, sementara ancaman berupa peredaran madu palsu dapat menurunkan kepercayaan konsumen. Kesimpulanmya, implementasi digital marketing berbasis diferensiasi produk dan optimalisasi konten edukasi visual menjadi langkah strategis utama untuk memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Copyrights © 2026